Pengalaman Pasien Vertigo: Studi kasus pada penderita vertigo di kota malang

Vertigo merupakan salah satu gangguan yang paling sering dialami dan menjadi masalah bagi sebagian besar manusia. Gejala gangguan keseimbangan yang dialami penderita vertigo salah satunya diakibatkan oleh terganggunya sistem vestibular yang terbagi menjadi vertigo perifer (telinga dalam, atau saraf vestibular) dan vertigo sentral (akibat gangguan pada saraf vestibular). Gangguan keseimbangan tersebut beragam bentuk dan penyebabnya pun bermacam-macam, pada saat tertentu kondisi gangguan keseimbangan ini dapat mengancam jiwa.

Vertigo diangap bukan merupakan suatu penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit penyebabnya. Salah satu gejala vertigo ialah ilusi bergerak, penderita merasakan atau melihat lingkungannya bergerak, padahal lingkungannya diam, atau penderita merasakan dirinya bergerak, padahal tidak. Penyebab vertigo yang sering adalah gangguan keseimbangan perifer yang dapat terjadi karena perubahan anatomis atau karena suatu reaksi fisiologis sederhana yang dapat menganggu dan timbul tiba-tiba saat perubahan posisi kepala. (Wreksoatmodjo, 2004; Dewanto, 2009).

Prevalensi angka kejadian vertigo perifer, Benigna Paroxysmal Positioning Vertigo (BPPV) di Amerika Serikat sekitar 64 dari 100.000 orang dengan kecenderungan terjadi pada wanita (64%). BPPV diperkirakan sering terjadi pada usia rata-rata 51-57 tahun dan jarang pada usia di bawah 35 tahun tanpa riwayat trauma kepala. Pada tahun 2008 di Indonesia angka kejadian vertigo sangat tinggi sekitar 50% dari orang tua yang berumur 75 tahun. Hal ini juga merupakan keluhan nomer tiga paling sering dikemukakan oleh penderita yang datang ke praktek kesehatan. Pada umumnya vertigo ditemukan 4-7 persen dari keseluruhan populasi dan hanya 15 persen yang diperiksakan ke dokter (Dewanto, 2009). Pada tahun 2013 jumla penduduk kota Malang sekitar 835.082 jiwa, dan tercatat pada tahun 2012-2013 sebanyak 19% diantaranya pernah merasakan vertigo. (Dinkes Kota Malang, 2014).

abstrak.pdf..abstrak _PENGALAMAN PASIEN DENGAN VERTIGO

Buku Ajar: Asuhan Keperawatan pada Sistem Kardiovaskuler

Buku ajar ini disusun berdasarkan materi-materi sistem kardiovaskuler yang diajarkan kepada mahasiswa Keperawatan dengan penyajian yang praktis sehingga mudah untuk dipelajari. Penyusun mencoba merujuk materi dari literature-literatur yang pentakhir dan dikompilasikan dengan pedoman-pedoman klinis aplikatif.

Buku ajar ini sangat membantu mahasiswa untuk lebih memahami tentang Asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan system kardiovaskuler yang meliputi konsep penyakit, pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

full text.pdf …buku ajar kardio_full text

Pengalaman Pasien Kanker Dalam Menjalani Kemoterapi: Studi Fenomenologi

Pengalaman Pasien Kanker dalamMenjalani Kemoterapi: Studi Fenomenologi di RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad Jakarta

Faqih Ruhyanudin1), Agung Waluyo2), Yulia2)

Email: faqih@umm.ac.id

Abstrak

Agen antineoplasti bekerja pada materi genetik dalam nucleus sel sebagai sitotoksik dan sitostatik terhadap sel-sel target. Target terapi adalah pada sel malignant tetapi dapat juga mengakibatkan kerusakan pembelahan pada sel normal, sehingga sering menimbulkan efek samping. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran tentang pengalaman pasien kanker dalam menjalani kemoterapi. Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi terhadap delapan pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Analisis konten menggunakan metode colaizzi. Hasil penelitian mengidentifikasi delapan tema, yaitu (1) mengingkari kenyataan menderita kanker, (2) keinginan mendapat dukungan keluarga, (3) penolakan pasangan terhadap kemoterapi, (4) ketidakyamanan fisik sebagai dampak kemoterapi, (5) ketidakstabilan emosional sebagai respon terhadap kemoterapi, (6) mengidentifikasi adanya ketidak nyamanan dalam hubungan interpersonal di tempat kerja, (7) melibatkan dukungan spiritual keagamaan, dan (8) mengupayakan penyembuhan dan pemulihan. Kesimpulan: Kemoterapi berdampak terhadap penurunan kondisi fisik, psikologis, dan hubungan interpersonal, namun kemoterapi menyebabkan ketidakberdayaan sehingga meningkatkan spiritual keagamaan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan dalam meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien kanker.

Kata kunci: pengalaman pasien kanker, kemoterapi

full text: prosiding refleksi_Pengalaman Pasien Kanker dalam kemoterapi